Kultwit @salimafillah tentang Jalan #Ilmu Rabbaniy

3 02 2011

  1. Jalan #Ilmu ialah langkah alih bentuk kekayaan; dari materi ke kualitas diri. Seperti Thalut, dipilih Allah sebab kapasitas fisik & ilmu.
  2. Imam Ath Thabari ketika menafsir kata “Rabbani” di QS 3: 79 dalam Jami’ul Bayan ‘an Ayil Quran menyebut 5 kriteria, penempuh jalan #Ilmu.
  3. Ke5nya: ‘Alim, Faqih, Bashirun bis Siyasah, Bashirun bit Tadbir, Al Qaim bi Syu’unir Ra’iyah li yushlihu Umura Dinihim wa Dunyahum. #Ilmu
  4. Penempuh jalan #Ilmu adalah dia yang ‘Alim; sedang & terus berpengetahuan dengan pembelajaran tak kenal henti; mendalamkan & meluaskan.
  5. Sang ‘Alim tak mendikotomi #Ilmu jadi duniawi-agamawi; semuanya ilmu Allah selama dikaji dengan asmaNya & diguna bagi kemaslahatan insan.
  6. Kemunduran abad IV hijriah, telaah Al Ghazali, di antaranya tersebab saling ejeknya para ahli #Ilmu nan terdikotomi duniawi & agamawi.
  7. Saat itu, mereka yang belajar #Ilmu fiqh merendahkan pembelajar matematika, astronomi, kedokteran, perdagangan, kimia, tata negara,dll.
  8. Sebutan “Budak Dunia” dilekatkan. Sebaliknya, para ahli fiqh dihujat “Munafiq”: menjual #Ilmu agama tuk kepentingan dunia; harta & kuasa.
  9. Ahli Fiqh, kata Al Ghazali, harus hargai #Ilmu lain; sebab urusan ibadah pun tak bisa lepas dari aneka pengetahuan di luar fiqh tersebut.
  10. Bagi orang berpenyakit pencernaan misalnya, dokterlah yang akan jadi Mufti; apakah dia berpuasa Ramadhan atau tidak. Itu #Ilmu agamawi.
  11. Demikian jua #Ilmu tekstil; ia sangat agamawi sebab terkait dengan sah-batalnya ibadah dalam tertutupnya aurat; jenis kain hingga model.
  12. Pun #Ilmu politik, -Al Ghazali menyebut keengganan muslim berpolitik menyebabkan beberapa PM non muslim-, ia mulia asal akhlaq dijaga.
  13. Jadilah ‘Alim; ketahui banyak tentang banyak hal, atau minimal spesialis berwawasan luas yang suka berbagi #Ilmu hingga jadi titik temu.
  14. Sebab terobosan besar biasanya tak datang dari pendalaman rinci spesialisasi, melainkan titik temu berbagai #Ilmu yang terbuka & maju.
  15. Sejalan dengan jadi ‘Alim, jadilah jua seorang Faqih. Jangan hanya menjadi perbendaharaan #Ilmu, fahami juga interaksi ilmu-realita.
  16. Dalam umpama Asy Syafi’i, seorang ber #Ilmu tak cukup jadi Ahli Hadits, dia haruslah jua seorang Ahli Fiqh. Analoginya: Apoteker-Dokter.
  17. Ahli hadits & apoteker memahami #Ilmu segala bahan & racikan. Tapi otoritas beri ramuan & dosis pada ‘pasien’ ada di Ahli Fiqh & dokter.
  18. Sebab ahli fiqh & dokter tak hanya berpegang #Ilmu bahan & racikan, melainkan juga mempertimbangkan kondisi fisik, organ, & metabolisme.
  19. Maka mari menjadi Faqih; bagai Rahib khusyu’ di laboratorium & atmosfer #Ilmu, bagai singa tangkas & cermat menghadapi persoalan nyata.
  20. Sifat Rabbani ke-3, urai Ath Thabari; Bashirun bis Siyasah, melek politik. Fahami agar tak terbudak, gunakan ia luaskan #Ilmu keshalihan
  21. Sebab politik menyentuh sisi terluas kehidupan komunal, insan ber #Ilmu jangan sampai rabun sampai tak sadar disalahguna oleh kejahatan.
  22. Sebab kuasa kejahatan dunia politik yang berhasil memperbudak ahli #Ilmu akan menebar kerusakan yang sulit ditanggulangi. Mari waspada.
  23. Sisi lain, penempuh jalan #Ilmu harus punya Political Awareness demi tercapainya tahap demi tahap tujuan kuasa keshalihan nan melayani.
  24. Lihat secontoh; Hijrah ke Habasyah. Mengapa yang berhijrah justru Ja’far, Utsman, & para bangsawan; bukan Bilal dkk nan tertindas? #Ilmu
  25. Sebab ada tujuan politik kebajikan. Pertama, mengguncang kuasa tribalistik Quraisy; Makkah merenung saat warga terhormatnya pergi. #Ilmu
  26. Ke-2; mengeksiskan muhajirin. Andai yang pergi para budak, Duta Besar Quraisy akan mudah mendeportasi mereka dengan alasan ‘lari’. #Ilmu
  27. Ke-3, menyiarkan kehadiran Islam pada dunia. Habasyah, subordinat Romawi nan istimewa, isu di sana menyebar ke seluruh kekaisaran. #Ilmu
  28. Ke-4, Najasyi Habasyah dikenal adil & uskup-uskupnya berpengaruh. Interaksi muhajirin dengan mereka adalah pembelajaran berharga. #Ilmu
  29. Demikianlah, ujar Al Ghadban, tiap langkah dakwah Nabi menunjukkan mendalamnya Political Awareness beliau; analisa maupun tindakan #Ilmu
  30. Sifat Rabbani ke-4, catat Ath Thabari; Bashirun bit Tadbir; melek manajemen. Para ahli #Ilmu hendaknya memahami pengelolaan resources.
  31. Bukan cuma soal perencanaan, penataan, pelaksanaan, & kendali; melainkan bagaimana mengelola hati dari sosok-sosok penuh potensi. #Ilmu
  32. Lihat misalnya pemberdayaan SDM: “Yang terbaik dari kalian di masa jahiliah akan jadi nan terbaik dalam Islamnya, jika memahami.” #Ilmu
  33. Mengutip Al Ghadban, kita bisa telaah diangkatnya ‘Amr ibn Al Ash sebagai panglima bawahi Abu Bakr & Umar begitu dia masuk Islam. #Ilmu
  34. Saking gembira & bangga dengan sambutan Nabi serta pengangkatannya sebagai panglima, ‘Amr bertanya, “Siapa yang paling kau cinta?” #Ilmu
  35. Maksud hati menyangka dirinya, tapi Sang Nabi menjawab dalam senyum, “‘Aisyah”. “Maksudku yang laki-laki!”, desak ‘Amr. “Ayahnya!” #Ilmu
  36. ‘Amr: Lalu siapa lagi? Nabi: Ayah Hafshah. ‘Amr: Sesudah itu? Nabi: Suami Ummu Kultsum. ‘Amr: Selanjutnya? Nabi: Suami Fathimah. #Ilmu
  37. “Lalu kuhentikan tanya”, aku ‘Amr, “Sebab khawatir namaku disebut paling akhir.” Pemuliaannya dahsyat, tapi Nabi jujur dalam cinta #Ilmu
  38. Maka berangkatlah ‘Amr bersama pasukannya, Ash Shiddiq & Al Faruq mengiring. Petang menjelang, mereka berkemah di cekungan gurun. #Ilmu
  39. Saat beberapa memasak & hangatkan badan, mendadak ‘Amr memerintahkan untuk mematikan api. ‘Umar marah & bangkit, “Apa maksudmu?” #Ilmu
  40. Abu Bakr menenangkan ‘Umar yang keberatan & nyaris tengkar dengan sang panglima. “Taatilah Ulil Amri nan diangkat Nabi saudaraku!” #Ilmu
  41. Setelah itu, ‘Amr memerintahkan untuk tak bicara & tak bergerak. Lalu terdengarlah derap ratusan kuda & teriakan perang membahana. #Ilmu
  42. Sadarlah semua bahwa mereka dipimpin panglima yang lihai membaca tanda alam & kehadiran musuh; ‘Amr ibn Al ‘Ash. ‘Umar minta maaf. #Ilmu
  43. Esok pagi, mereka sampai di tempat yang diarahkan Nabi. ‘Amr menyuruh pasukan berhenti & minta izin untuk masuk kota seorang diri. #Ilmu
  44. “Jika sampai Dhuhr tiba aku belum kembali”, ujar ‘Amr, “Serbu masuk di bawah pimpinan Abu Bakr!”, pesannya. ‘Umar memprotes lagi. #Ilmu
  45. “Semua juga berhak atas jihad, bukan hanya kau sendiri! Semua harus ditanggung bersama!”, kecam ‘Umar. Abu Bakr menenangkan lagi. #Ilmu
  46. Belum berakhir waktu Dhuha, ‘Amr sudah kembali pada pasukannya disertai pemimpin kaum itu. Semua warga kini berislam tanpa syarat. #Ilmu
  47. Semua kini tahu, Nabi pilihkan mereka panglima yang lisannya lebih tajam dari seribu pedang; ‘Amr ibn Al ‘Ash. ‘Umar memeluknya. #Ilmu
  48. Nabi hargai potensi besar macam ‘Amr -juga Khalid- diiringi penginsyafan bahwa mereka harus berjuang lebih keras tuk cinta Ilahi. #Ilmu
  49. Para pionir Islam ada di hati & cintanya. Tokoh hebat yang bergabung belakangan merasakan penghargaan, kesempatan bakti, & nasehat #Ilmu
  50. Ketika ‘Abdurrahman ibn ‘Auf menentang kebrutalan Khalid lalu Khalid mengkasarinya, Nabi menegur Khalid dengan kalimat dahsyat. #Ilmu
  51. Jangan pernah kau cela sahabatku hai Khalid. Demi Allah, andai kau infak emas segunung Uhud, takkan bisa samai segenggam kurmanya! #Ilmu
  52. Apa Khalid bukan sahabat? Ya sahabat. Tapi 8 bln nan penuh kemenangan itu jadi mungil disandingkan 20 th luka & duka ‘Abdurrahman. #Ilmu
  53. Uhud; kata itu menusuk nurani Khalid. Di sana ‘Abdurahman jadikan tubuhnya perisai lindungi Nabi saat Khalid berusaha bunuh beliau #Ilmu
  54. Infaq; segenggam kurma ‘Abdurrahman tak tertandingi emas sepenuh gunung. Tapi memangnya pernah ‘Abdurrahman infaq cuma segenggam? #Ilmu
  55. Sekali ajakan Nabi, ‘Abdurrahman bisa mengeluarkan 40.000 dinar (x @ Rp. 1,67 Jt), kadang jua 1000 unta beserta seluruh muatannya. #Ilmu
  56. Bagaimana mungkin Khalid -apa lagi kita- bisa mengejarnya? Sejak saat itu, Khalid yang semula ganas & angkuh jadi lebih terkendali #Ilmu
  57. Kisah tentang ‘Amr & Khalid adalah cerita melek manajemen tercontoh dari Sang Nabi untuk kita teladani sebagai penempuh jalan #Ilmu.
  58. Kembali ke Ath Thabari, sifat ke-5 penempuh jalan #Ilmu Rabbani ialah Al Qaim bisy Syu’unir Ra’iyah liyushlihu Umura Dinihim wa Dunyahum
  59. Artinya; terlibat aktif tegakkan urusan-urusan kerakyatan tuk memperbaiki perkara agama maupun dunia mereka. Ahli #Ilmu harus berjuang.
  60. Asas utama langgengnya nilai & tatanan -baik kebaikan maupun kejahatan- adalah kebermanfaatan nan dirasakan kaum luas. (QS 13: 17) #Ilmu
  61. Sebab kejahatan sering tersamarkan oleh keberhasilan yang diraihnya, ahli #Ilmu harus tak sekedar sukses, melainkan jua bermanfaat luas.
  62. Keterlibatan ahli #Ilmu dalam pengentasan kemiskinan & distribusi sumberdaya jadi jaminan kesehatan & pendidikan; memuliakan keduanya.
  63. Ahli #Ilmu semacam itu pasti menjadi inspirasi; GURU: di-GUgu (ditaati) & di-tiRU (diteladani). Ilmu jadikan amal shalihnya tumpah ruah.
  64. Seperti Nabi; tak hanya membaca ayat & mensuci jiwa. Dia kenalkan Allah lewat kerja kebajikan; bebaskan budak, santuni fakir-yatim #Ilmu
  65. Pun dalam tindasan, itu terus dilakukan; hingga kelak ketika menggenggam kuasa dengan jemari cinta, tak lagi gagap jamakkan karya. #Ilmu
  66. Jalan #Ilmu yang berat ini dengan kelima kualitas nan dituntutkan via Tafsir Ath Thabari, harus dimulai dengan 6 modal ala Asy Syafi’i.
  67. Ke-6 modal manusia pembelajar yang dinisbat pada Asy Syafi’i itu; Dzaka’, Hirsh, Ijtihad, Dirham, Shahibul Ustadz, & Thuuluz Zaman #Ilmu
  68. Modal ke-1 pembelajar di Jalan #Ilmu adalah dzaka’: cerdas. Bukan sembarang cerdas, tapi kecerdasan yang dekat dengan zaka’. (kesucian)
  69. Daya hafal, ketajaman telaah, & ketepatan simpulan berkait dengan kebersihan jasad dari barang haram & kesucian batin dari dosa. #Ilmu
  70. Sebait terkenal dari Asy Syafi’i: Kuadukan pada Waki’ buruknya hafalan #Ilmu-ku, maka dinasehatinya aku tuk tinggalkan maksiat kelabu..
  71. …Sesungguhnya #Ilmu Allah adalah gemerlap cahaya. Dan cahaya Allah takkan diberikan pada pendosa pendurhaka. -> (Waki’ adalah gurunya)

.. to be continued ..

Iklan

Aksi

Information

One response

3 02 2011
Cool Twit

[…] . #Berpendapat . #Dosa . #Gaji . #Hukum . #Ibu . #Ilmu . #Jihad . Jodoh . #MalMing . #Muda . #NegeriSakit . #Nikah . #PrinsipTwitteran . #Renungan . […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: