Kultwit Akmal Sjafril (@malakmalakmal) tentang #MenyikapiAhmadiyah

7 02 2011

  1. Sehubungan dgn perkembangan situasi di Banten belakangan ini, nampaknya kita perlu bicara ttg cara kita #MenyikapiAhmadiyah.
  2. Hal pertama yg perlu dibicarakan tentu saja adalah status dari agama Ahmadiyah itu sendiri. #MenyikapiAhmadiyah
  3. Status Ahmadiyah berkaitan erat dengan tokoh sentralnya, yaitu Ghulam Ahmad al-Qadiani. #MenyikapiAhmadiyah
  4. Sebagian kaum Ahmadi menganggapnya sbg Nabi, sebagian lagi menyebutnya hanya sbg mujaddid (pembaharu). #MenyikapiAhmadiyah
  5. Bagaimana dgn Ghulam Ahmad sendiri? Bagaimana ia memperkenalkan dirinya? #MenyikapiAhmadiyah
  6. Dalam sebuah catatan kaki pd kitab Tadzkirah, Ghulam Ahmad menyebut dirinya sbg “Messengers”. #MenyikapiAhmadiyah
  7. Bentuk jamak pada kata “Messengers” ini, mnrt penjelasannya, adalah krn ia merupakan manifestasi dr semua Nabi. #MenyikapiAhmadiyah
  8. “God Almighty has made me a manifestation of all Prophets, and has given me their names. (cont)”. #MenyikapiAhmadiyah
  9. “…I am ibrahim, I am Ishaq, I am Isma’il, I am Ya’qub, I am Yusuf, I am Musa, I am Dawud, I am Isa..(cont)”. #MenyikapiAhmadiyah
  10. “…and I am the perfect manifestation of the name of the Holy Prophet…” #MenyikapiAhmadiyah
  11. “…that is to say I am Muhammad and Ahmad by way of reflection.” Demikianlah Ghulam Ahmad. #MenyikapiAhmadiyah
  12. Dalam ‘wahyu’ ke 1883 dlm Tadzkirah, tersebut nama Adam, Maryam dan Ahmad. #MenyikapiAhmadiyah
  13. Adam dan Maryam dlm wahyu tsb, menurut Ghulam Ahmad, bukanlah Nabi Adam as. dan Maryam, melainkan dirinya. #MenyikapiAhmadiyah
  14. Tentu saja, yg paling dikenal luas adalah klaimnya seputar Al-Masih. #MenyikapiAhmadiyah
  15. Ghulam Ahmad mengklaim dirinya sbg kedatangan kedua metaforis dari Nabi ‘Isa as. http://bit.ly/ghjOEd (expand) #MenyikapiAhmadiyah
  16. Dalam Tadzkirah, kita akan temukan mimpi2 Ghulam Ahmad ketika ia menjadi Nabi Musa as. dll. #MenyikapiAhmadiyah
  17. Mengatakan bahwa nama-nama Nabi dlm Al-Qur’an merujuk pada diri sendiri adalah suatu hal yg berbahaya. #MenyikapiAhmadiyah
  18. Sebab, dgn demikian Ghulam Ahmad bs dgn mudah saja menggunakan semua nama tsb utk kepentingannya. #MenyikapiAhmadiyah
  19. Menjadi Nabi “by way of reflection” atau “metaforis” jg tdk pernah ada dlm khazanah keislaman. #MenyikapiAhmadiyah
  20. Yang ada adalah pewaris para Nabi, yaitu para ulama. Maknanya seputar kewajiban dakwah. #MenyikapiAhmadiyah
  21. Apakah Ghulam Ahmad adalah pewaris para Nabi? Kita dapat melihat link yg sdh diberikan sebelumnya. #MenyikapiAhmadiyah
  22. Di situ, jelas dikatakan “..declared that an aggressive ‘jihad by the sword’ has no place in Islam.” #MenyikapiAhmadiyah
  23. Sudah barang tentu, para ulama tak bisa menerima klaim ini. Jihad adalah ajaran Islam. #MenyikapiAhmadiyah
  24. Tentu tak semua masalah diselesaikan dgn jihad, namun jihad adalah ajaran para Nabi. Tak diragukan lagi. #MenyikapiAhmadiyah
  25. Para ulama sejak dahulu telah keras mengkritisi Ahmadiyah krn sikapnya yg anti jihad. #MenyikapiAhmadiyah
  26. Sebagian ahli mengatakan bhw sikap anti jihad ini adalah bukti bhw Ahmadiyah memang boneka penjajah. #MenyikapiAhmadiyah
  27. Pada kenyataannya, ayah Ghulam Ahmad mmg dikenal berjasa kpd Inggris. Demikian pula Ghulam Ahmad. #MenyikapiAhmadiyah
  28. Sang ayah pernah memberikan bantuan pasukan berkuda kpd pemerintah kolonial Inggris utk membasmi ‘pemberontak’. #MenyikapiAhmadiyah
  29. Buya Hamka pernah membahas sejarah masuknya Ahmadiyah ke Sumatera Barat dalam bukunya “Pelajaran Agama Islam”. #MenyikapiAhmadiyah
  30. Pada masa itu, Ahmadiyah ditanggapi dingin saja oleh masyarakat Sumatera Barat. #MenyikapiAhmadiyah
  31. Sebab, saat itu sedang gencar2nya digalang gerakan mengusir penjajah. Revolusi fisik sedang berlangsung sengit. #MenyikapiAhmadiyah
  32. Isu Ghulam Ahmad sbg Al-Masih sama sekali tdk menarik ketika penjajah sudah terlihat di depan mata. #MenyikapiAhmadiyah
  33. Terlebih lagi ketika Ahmadiyah menyatakan sikapnya yg anti jihad, berlawanan dgn para ulama dan logika. #MenyikapiAhmadiyah
  34. Dari Sumbar, Ahmadiyah bertolak ke Jabar, namun di sana dihadang pula oleh ulama besar, A. Hassan. #MenyikapiAhmadiyah
  35. A. Hassan adalah guru dari M. Natsir, dan ulama yg sangat disegani oleh Soekarno. #MenyikapiAhmadiyah
  36. Terjadi debat terbuka dgn pihak Ahmadiyah, dan hasilnya dipublikasikan. Ahmadiyah kalah total. #MenyikapiAhmadiyah
  37. Setelah itu, Ahmadiyah cenderung bergerak ‘di bawah radar’. Hingga dibongkar kembali belakangan ini. #MenyikapiAhmadiyah
  38. Kembali pada masalah status Ahmadiyah, banyak yg mengatakan bahwa syahadat Ahmadiyah itu sama saja. #MenyikapiAhmadiyah
  39. Andaikan yang dibacanya tetap sama, namun jelas-jelas pemaknaannya beda. #MenyikapiAhmadiyah
  40. “Asyhadu anna muhammadan rasuulullaah” bukan sekedar kesaksian ttg kenabian Rasulullah saw. #MenyikapiAhmadiyah
  41. Ucapan ini jg kesaksian thd kebenaran kata2nya. Dgn mengucapkannya, artinya kita bersedia mengikuti semua ajarannya. #MenyikapiAhmadiyah
  42. Salah satu ajaran yg telah jelas disampaikan oleh beliau adalah bhw tdk ada Nabi sesudah beliau. #MenyikapiAhmadiyah
  43. Dgn menyatakan Ghulam Ahmad sbg nabi, itu sama saja dgn mendustakan Rasulullah saw. #MenyikapiAhmadiyah
  44. Penolakan thd jihad pun adalah sebuah pengingkaran thd ajaran Rasulullah saw. #MenyikapiAhmadiyah
  45. Dgn demikian, kalimat kedua dlm syahadatain, jika diucapkan oleh seorang Ahmadi, menjadi tak bermakna. Atau rancu. #MenyikapiAhmadiyah
  46. Jika kalimat tsb hanya menjelaskan ttg kesaksian kita thd kenabian, maka syahadatain pun bisa berubah2. #MenyikapiAhmadiyah
  47. Misalnya, kita bisa mengubahnya jadi “aku bersaksi bahwa Musa adalah utusan Allah”. #MenyikapiAhmadiyah
  48. Dgn beriman pada Rasulullah saw., maka kita pun telah menyatakan beriman pd para Nabi sebelumnya. #MenyikapiAhmadiyah
  49. Sebaliknya, beriman pd org lain yg disebut sbg nabi sesudah beliau adalah bukti ketidakberimanan kita pd Rasul saw. #MenyikapiAhmadiyah
  50. Kita dapat melihat secara jelas bahwa Ahmadiyah memang sebuah agama yang telah keluar dari ajaran Islam. #MenyikapiAhmadiyah
  51. Tdk beriman pd Rasul saw., mendustakannya, bahkan menganulir syariat jihad yg diajarkannya. Strike three! #MenyikapiAhmadiyah
  52. Dgn demikian, tdk diragukan lagi bhw kita harus menyikapi agama Ahmadiyah sbg agama Non-Islam. #MenyikapiAhmadiyah
  53. Setelah memahami status agamanya, kini kita perlu mencermati situasi di lapangan. #MenyikapiAhmadiyah
  54. Berlawanan dgn anggapan umum, banyak org Ahmadi yg tdk mempelajari secara mendalam agamanya sendiri. #MenyikapiAhmadiyah
  55. Sebagian di antara mrk menganggap Ghulam Ahmad sbg mujaddid. Mrk tdk tahu bhw ia mengklaim sbg nabi. #MenyikapiAhmadiyah
  56. Sebagiannya tdk pernah meneliti mimpi2 Ghulam Ahmad yg diceritakan dlm Tadzkirah. #MenyikapiAhmadiyah
  57. Sebagian lagi, karena kekurangtahuannya, tidak memahami kesalahan2 Ahmadiyah dr perspektif Islam. #MenyikapiAhmadiyah
  58. Kaum Ahmadi selalu hidup memisahkan diri dari yg lainnya, jauh sebelum terjadi ribut2 belakangan ini. #MenyikapiAhmadiyah
  59. Artinya, mereka memang dgn sengaja mengisolasi diri sendiri. Wajar kalau wawasannya sangat terbatas. #MenyikapiAhmadiyah
  60. Banyak yg tdk pernah kontak dgn ulama non-Ahmadi, sehingga mrk tak mendapatkan perbandingan yg layak. #MenyikapiAhmadiyah
  61. Selain itu, mrk pun enggan bergabung bersama umat Islam. Shalat dianggap tak sah kalau berimam kpd non-Ahmadi. #MenyikapiAhmadiyah
  62. Dari pemahaman ini, kita dpt menyimpulkan bhw sebagian Ahmadi, mungkin sebagian besarnya, adalah ‘korban’. #MenyikapiAhmadiyah
  63. Oleh krn itu, nasihat dari Buya Hamka dlm buku “Pelajaran Agama Islam” nampaknya perlu dikumandangkan kembali. #MenyikapiAhmadiyah
  64. Buya Hamka menjelaskan bhw Ahmadiyah tdk diragukan lagi mmg keluar dr ajaran Islam. #MenyikapiAhmadiyah
  65. Akan tetapi, dalam kerangka dakwah, kita harus berusaha utk bergaul dgn baik bersama mereka. #MenyikapiAhmadiyah
  66. Sebagian di antara mrk memeluk Ahmadiyah hanya karena warisan orang tua, dan tak ada referensi utk perbandingan. #MenyikapiAhmadiyah
  67. Siapakah yg tahu siapa di antara mereka yg akan bisa menerima panggilan hidayah? #MenyikapiAhmadiyah
  68. Para ulama sejak dahulu telah mendebat Ahmadiyah secara intelek. Kekafirannya dinyatakan jelas secara akademis. #MenyikapiAhmadiyah
  69. Adapun cara2 kekerasan dikhawatirkan justru menutup peluang dakwah, karena hanya melahirkan kebencian. #MenyikapiAhmadiyah
  70. Kita jg perlu mengingat pesan Syaikh Jum’ah Amin Abdul Aziz dlm buku “Fiqih Dakwah”-nya yg fenomenal. #MenyikapiAhmadiyah
  71. Dalam amar ma’ruf nahi munkar, kita harus pertimbangkan bbrp kemungkinan. #MenyikapiAhmadiyah
  72. Adakalanya kemaksiatan hilang, berganti dgn kebaikan. Ini target kita semua. #MenyikapiAhmadiyah
  73. Akan tetapi, bisa saja kemaksiatan yg kita kritisi hilang, berganti dgn kemaksiatan lainnya yg sebanding. #MenyikapiAhmadiyah
  74. Yang paling parah adalah bila kemaksiatan berganti dgn kemaksiatan yg lbh parah. Ini ‘kecelakaan’ fatal dlm dakwah. #MenyikapiAhmadiyah
  75. Menyimpangnya hasil dakwah dari tujuan asalnya ini berkaitan erat dgn metodenya. Itulah sebabnya ada fiqih dakwah. #MenyikapiAhmadiyah
  76. Kita harus menjaga diri dari sikap ekstrem. Baik yg radikal maupun yg liberal sama2 ekstrem. #MenyikapiAhmadiyah
  77. Mengatakan bhw Ahmadiyah itu tdk sesat tdk dpt dibenarkan, demikian jg merusak dakwah dgn penggunaan kekerasan. #MenyikapiAhmadiyah
  78. Mari kita pelajari kembali sikap Rasulullah saw., para sahabat, tabi’in & ulama yg menjaga sikap ‘pertengahan’ ini. #MenyikapiAhmadiyah
  79. Berhati2lah dgn sikap ekstrem, karena mudah dimanfaatkan pihak2 lain. #MenyikapiAhmadiyah
  80. Sudah berkali2 intelijen merekayasa gerakan radikal. Kita harus belajar dari sejarah. #MenyikapiAhmadiyah
Iklan

Aksi

Information

2 responses

7 02 2011
Cool Twit

[…] . #MenyikapiAhmadiyah . #RejimSekuler […]

8 02 2011
Tweets that mention Kultwit Akmal Sjafril (@malakmalakmal) tentang #MenyikapiAhmadiyah « Cool Twit -- Topsy.com

[…] This post was mentioned on Twitter by GoodToShare, Ikhsan Fanani. Ikhsan Fanani said: Kultwit Akmal Sjafril (@malakmalakmal) tentang #MenyikapiAhmadiyah: http://wp.me/p1jclp-2R […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: